Pantai Mandorak, Si Cantik yang Dilindungi 2 Tebing

Pantai Mandorak adalah sebuah pantai cantik dengan pasir putih halus yang menawan. Pasir putih yang tersebar terlihat berkilau di bawah sinar matahari. Hamparan pasir putih berpadu mesra dengan air laut jernih khas Samudera Hindia. Dengan warna biru tosca, pengunjung bahkan bisa melihat dasar laut dan kehidupan di dalamnya dari permukaan pantai
Pantai Mandorak adalah sebuah pantai cantik dengan pasir putih halus yang menawan. Pasir putih yang tersebar terlihat berkilau di bawah sinar matahari
Pantai Mandorak. Image via: Tukang Jalan
Posisi pantai Mandorak berada di balik dua tebing yang curam dengan jarak kurang lebih 5 meter. Arus gelombang air laut masuk melalui celah tebing-tebing yang menyerupai pintu gerbang. Berada di pantai ini, pengunjung akan merasa seperti berada di pantai privat berdinding.
Di tempat ini juga terdapat curug yang dapat digunakan untuk mandi oleh para pengunjung. Beberapa nelayan juga biasa dijumpai di area Pantai Mandorak. Kapal-kapal ikan yang biasa di gunakan melaut, menepi di bawah pohon-pohon kelapa yang teduh.
Pengunjung bisa naik ke atas tebing untuk melihat keindahan laut lepas di baliknya. Jika memiliki nyali yang besar, Pengunjungjuga bisa melakukan jump clif dari atas tebing. Namun harus tetap diperhatikan unsur keamanannya.
keindahan pantai mandorak membuatnya sering digunakans ebagai lokasi pemotretan Preweding
Foto Praweding. Image via: backpackerjakarta.com
Simak juga: 11 wisata indah Sumba

Lokasi Pantai Mandorak

Pantai Mandorak terletak di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
Pantai Mandorak terletak jauh dari kota dan keramaian sehingga pengunjung akan merasa sangat tenang serta nyaman ketika berada di pantai ini. Keindahan pantai-pantai yang menghadap langsung ke samudera memang tidak perlu diragukan lagi.

Rute Menuju Pantai Mandorak

Unutk mencapaipantai Mandorak, bsia ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun mobil. Jika datang dari Bandara Tambolaka, pengunjung memiliki dua pilihan transportasi, yaitu dengan mobil dan sepeda motor.
Jalan utama dari Bandara Tambolaka ke Desa Kalenarongo dalam kondisi baik dan mulus. Tapi, akses dari jalan utama ke pantai berkelok-kelok. Jalan setapaknya sempit hanya 1,5 meter dan dipenuhi oleh kerikil dan batu.
Bersampan bisa dilakukan dengan mudah di pantai  mandorak, karena air lautnya yang tenang di dalam teluk
Bersampan. Image via: travelingyuk.com
Selain itu, pengunjung akan melalui tanaman liar di sepanjang jalan. Dari Pero Batang, dibutuhkan sekitar 30 menit.
Meski sulit mengakses pantai, namun setelah sampai di surga yang tersembunyi, pengunjung tidak akan menyesal menghabiskan petualangan menuju pantai.
Pengunjung akan dibaut terkagum-kagum melihat Pantai Mandorak.

Jam Buka Pantai Mandorak

Uutk menikmati keindahan pantai Mandorak, pengunjung bsia datang 24 jam.

Tiket Pantai Mandorak

Sampai saat ini untuk bisa menikmai keindahan pantai mandorak, pengunjung belum dimintai tiket masuk.

Fasilitas Pantai Mandorak

Terdapat fasilitas toilet dans eklaian berfungsi sebagai ruang ganti baju atau bilas usai bermain di pantai.
Saat menjelang senja, jangan buru-buru meninggalkan pantai, luangkan waktu sejenak untuk melihat megahnya pemandangan sunset di Pantai Mandorak ini.

Daya Tarik Pantai Mandorak

Pantai Mandorak tidak hanya sekedar cantik. Pantai yang berada di Sumba Barat Daya ini menawarkan hamparan keindahan di setiap sudut pantai. Sedikitnya ada beberapa daya tarik, kenapa pantai ini wajib dikunjungi ketika berwisata ke Pulau Sumba.
  1. Pantai Diapit Dua Tebing

Pantai amndorak indahd engan kondisi Diapit 2 tebing
Diapit 2 tebing. Image via: indozone.id
Simak juga: Pantai lasiana Kupang
Ciri khas Pantai Mandorak adalah begitu pengunjung sampai di pantai, langsung dihadapkan pada hamparan pasir putih yang diapit dua tebing. Dua tebing karang ini  karang menjorok ke arah laut dan memilki ketinggian yang tidak terlalu tinggi.
Ombak sesekali berdebur di antara tebing menimbulkan buih putih. Sementara di belakang buih ombak, terlihat air laut terlihat berwarna hijau toska dan jernih. Kalau sedang tenang, gradasi air lautnya terlihat sangat jelas sekali. Bahkan termasuk juga warna merah batuan di bawah air laut.
  1. Tebing Yang Mudah Didaki

Memandangi panorama Pantai memang selalu terlihat lebih menarik kalau bisa dinikmati dari ketinggian. Baik itu dari arah belakang, maupun dari arah sisi kiri dan kanannya. Pantai Mandorak memiliki kemudahan untuk melakukan hal ini, khususnya menikmati pantai dari ketinggian di sisi kanan atau kiri.
Mendaki tebing Mandorak dapat dilakukand engan relatif mudah
Mendaki tebing mandorak. Image via: mytrip.co.id
Tebing kiri maupun kanan Pantai Mandorak bisa dinaiki. Bahkan menaiki kedua tebing ini bisa dilakukan dengan relatif mudah. Pengunjung hanya perlu sedikit hati-hati, ketika mesti melewati batu-batu karang. Namun secara keseluruhan, perjalanan mendaki itu mudah dan aman. Bahkan untuk anak-anak.
Di atas tebing sebelah kanan, banyak sekali sudut yang bisa dijadikan spot foto. Yang paling favorit tentu saja spot batu menjorok. Posisi batu menjorok ini kurang lebih satu garis lurus dengan bangunan beratap khas Sumba yang terlihat di seberang.
Berfoto di ketinggian tebing ini, membuat pengunjung bisa mendapatkan lengkungan sempurna tebing di seberang. Apalagi kalau kamera yang digunakan memiliki lensa  wide, hasil foto pasti lebih spektakuler.
Di tebing sebelah kiri, terdapat lebih banyak lagi sudut menarik. Di tebing kiri ini ada ceruk, sehingga terbentuk tanjung di seberang. Jadi kalau ke ujung tanjung, pengunjung bisa memotret teman-teman yang berada di sisi satunya lagi.
  1. Garis Pantai Bisa Difoto Dari Sisi Luar

Pantai mandorak tampak indah saat di foto dari sisi luar
Difoto dari sisiluar, tanpa drone. Image via: dotproperty.id
Simak juga: Indahnya Gurun Pantai Oetune
Dari tebing di sebelah kiri, pengunjung juga bisa memotret ke arah garis pantai. Hasil gambar akan terlihat dramatis dengan tebing karang menonjol di kiri kanan. Sementara gradasi air laut pun terlihat jelas.
Jadi pengunjung bisa memotret garis pantai dari sisi luar dan ketinggian tanpa perlu memakai drone ataupun bahkan naik perahu ke tengah laut.
  1. Bisa Saling Memotret Antar Tebing

Dari ujung tanjung tebing sebelah kiri, pengunjung juga bisa mengarahkan kamera ke tebing sebelah kanan pantai yang berada di seberang. Lebih bagus kalau ada model yang berdiri di seberang. Jadi kalau misalnya pengunjung datang berpasangan, bisa membagi tugas.
1 orang menaiki tebing sebelah kanan, satunya lagi menaiki tebing sebelah kiri. Kemudian pengunjung bisa saling berpose, dan saling mengambil gambar dari tebing yang berseberangan.
berfoto dengan berbagai gaya di tebing pantai mandorak bsia menghasilkan foto luar biasa
Foto ekstrim. Image via: pedomanwisata.com
  1. Water Blow

Memang tidak semua orang yang datang ke pantai Mandorak, bsia beruntung melihat fenomena alam water blow. Ada pengunjung yang bercerita, bahkan sampai pada kunjungan ketiga baru melihatnya.
Sesuai dengan namanya, Water Blow merupakan deburan ombak yang besar yang membumbung ke udara. Fenomena water blow ini tentu saja hanya akan bisa disaksikan pada saat ombak tengah besar-besarnya.
Lokasinya ada di dekat area parkir dan pendopo. Entah karena ada pergeseran yang membentuk celah antar batu karang, atau karena saat itu ombaknya sedang bergelora. Gelombang ombak yang menggulung masuk ke celah dan menyembur keluar ke atas.
Fenomena alam ini sering kali membuat pengunjung, perorangan maupun rombongan, terpaku lama menyaksikan fenomena alam ini. Mereka umumnya berebut mencari momen untuk mendapatkan foto yang spektakuler dari moment itu. Namun juga takut-takut berani, karena khawatir kamera terkena semburan air.
  1. Garis Pantai Lain

dari tebing Pantai Mandorak pengunjung bsia menikmati pemandangan pantai
Pendopo khas sumba di atas tebing. Image via: theeastsumba.com
Simak juga: Air terjun Tanggedu, grand Canyon dari timur
Pantai Mandorak ternyata masih mempunyai sudut lain di luar area utama. Dari atas tebing kiri, pengunjung bis amencoba melangkah ke arah kiri, ke arah depan pendopo dengan atap khas Sumba. Dari ujung tebing bagian itu, akan terlihat di bawah ada gugusan bebatuan. Dan tidak seberapa jauh di depan, ada pantai lagi.
Pengunjung bisa berfoto dari lokasi ini, untuk mendapatkan latar berupa “pantai lan” itu.

Tips Mengunjungi Pantai Mandorak

Untuk bisa dengan puas menjelajahi dan menikmati pantai Mandorak beserta keindahan pemandangan dari atas tebingnya sediakan wkatuyang cukup. Apalagi jika kemudian ingin disempurnakan dengan leyeh-leyeh bersantai di pantai. Untuk menikmati semua itu sediakan waktu minimal 2 jam.
Di sekitar pantai ini tidak ada fasilitas warung makan. Maka sebaiknya saat berkunjung  bawa bekal makan siang.
Perahu nelayan Pantai Mandorak

Objek Wisata Dekat Pantai Mandorak

Masih di kabupaten Sumba Barat Daya, terdapat berbagai macam pilihan objek wisata. Sehingga kedatangan jauh-jauh ke pulau sumba tidak hanya bisa mengunjungi satu objek wisata saja.
Yang populer ada Danau Weekuri. Sebuah laguna yang dikelilingi oleh tebing yang berbatasan langsung dengan pantai. Untuk menikmati pemandangan danau sekaligus pantai, bisa berjalan melintasi jembatan kayu yang membentang di atas tebing. Bagi yang ingin berenang, juga bisa berenang di jernihnya air danau.
Masih di kabupaten Sumba Barat Daya terdapat Kampung Adat Ratenggaro. Di kampung adat ini, pengunjung bisa merasakan seperti kembali ke masa lalu. Ini karena bangunan-bangunan rumah yang masih terjaga ciri khasnya.
Selain rumah adat, yang menarik lainnya di Kampung Adat Ratenggaro ini yaitu terdapat kubur batu yang merupakan kuburan leluhur warga kampung ratenggaro pada zaman megalitikum. Pengunjung bisa mempelajari sejarah bangunan rumah adat serta aktivitas warga kampung, seperti membuat kain tenun, memahat, dan membuat kerajinan lainnya.
Sekian cerita kami, mengenai keindahan Pantai Mandorak di Pulau Sumba. Segera luangkan waktu untuk menengok keindahan alam daerah timur negara ini.
Selamat Berlibur!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini 6 Tren Wisata 2020 yang Akan Digemari Milenial

Desa Wisata Tak Sekadar Kepuasan, tapi Pengalaman

Memukau, Desa Ini Memang Pantas Jadi Desa Wisata Pertama